Budaya Takbenda Warisan Manusia

Budaya Takbenda Warisan Manusia (The Intangible Cultural Heritage of Humanity) adalah program UNESCO yang bertujuan menjamin visibilitas yang lebih baik bagi warisan budaya takbenda dan kesadaran akan nilai pentingnya. Melalui sebuah ikhtisar berbagai kekayaan lisan dan takbenda umat manusia di seluruh dunia, program ini bertujuan menarik perhatian tentang pentingnya melindungi warisan takbenda yang telah diidentifikasi UNESCO sebagai komponen penting dan suatu kumpulan keragaman budaya dan ekspresi kreatif.

Program ini dimulai tahun 2008, setelah berlakunya Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda. Sebelumnya, sebuah proyek yang disebut Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia telah aktif dalam mengenali nilai-nilai takbenda seperti tradisi, adat istiadat, dan ruang budaya, beserta tokoh-tokoh setempat yang melestarikan bentuk-bentuk ekspresi budaya tersebut.Identifikasi Karya Agung juga melibatkan komitmen dari negara-negara untuk mempromosikan dan melindungi kekayaan-kekayaan budaya miliknya, sementara UNESCO membiayai rencana-rencana konservasi. Seluruhnya sudah ada tiga kali pengumuman Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia. Pengumuman pertama dilakukan pada tahun 2001, dan dilakukan dua tahun sekali hingga tahun 2005, dengan total 90 bentuk-bentuk warisan takbenda dari seluruh dunia.

Kesembilan puluh Karya Agung yang telah diumumkan sebelumnya dimasukkan ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia sebagai entri-entri pertama yang disebut mata budaya. Mata budaya selanjutnya akan ditambahkan setelah diselesaikannya penilaian nominasi yang diajukan negara-negara anggota UNESCO. Setiap negara anggota UNESCO berhak mengajukan satu berkas pencalonan, selain pencalonan yang dilakukan atas nama multinasional. Sebuah dewan pakar mengenai warisan tak benda dan sebuah dewan bernama Komite Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda memeriksa setiap nominasi sebelum secara resmi memasukkannya ke dalam Daftar Karya Agung.

Pada 30 September 2009 ditambahkan lagi 76 mata budaya selama berlangsungnya sidang keempat Komite

Beberapa Mata budaya di masing2 Negara

Karnaval Binche di acara tahunan menjelang Pra-Paskah di Binche, Belgia. Karnaval ini sudah ada sejak Abad Pertengahan, dan termasuk salah satu dari karnaval jalanan tertua di Eropa.

Opera Kunqu berasal dari Dinasti Ming pada abad ke-14 hingga abad ke-17, dan kemungkinan merupakan bentuk opera Cina yang tertua. Kunqu menampilkan dua pemeran utama (pria dan wanita), serta dibantu aktor yang berperan sebagai orang tua dan sejumlah pemeran tokoh komikal.

Ruang budaya desa Palenque de San Basilio didirikan oleh budak pelarian pada abad ke-17, dan meliputi praktik-praktik religi, kedokteran, sosial, serta tradisi lisan dan musikal asal Afrika.

Festival Lagu Estonia dilangsungkan setiap lima tahun. Festival ini telah jauh berkembang dibandingkan penyelenggaraan pertama pada tahun 1896.

Balafon adalah alat musik perkusi dari Afrika Barat yang berakar dari alat musik suci Sosso Bala yang berusia 800 tahun dari Niagassola, Guinea (Ruang budaya Sosso-Bala di Niagassola).

Ramlila adalah sandiwara epos Ramayana dalam serangkaian adegan yang melibatkan lagu, narasi, resital, dan dialog. Pertunjukan ini dipentaskan di India utara semasa berlangsungnya festival Dussehra.

Wayang adalah bentuk kuno bercerita asal Pulau Jawa, Indonesia.

Nampan dan kacang palem adalah beberapa alat musik yang digunakan dalam Ifá, sistem pemujaan orang Yoruba di Nigeria.

Tradisi menenun di Pulau Taquile, sebuah pulau yang terletak di Danau Titicaca, Peru. Tradisi ini sudah ada sejak peradaban Inka, Pukara, dan peradaban Colla.

Pansori adalah genre musik tradisional Korea yang dibawakan seorang penyanyi (sorikkun) dan seorang penabuh gendang (gosu).

The Misteri d’Elx adalah drama liturgi yang berasal dari Abad Pertengahan. Drama ini dipentaskan di Basilika de Santa María, Elche (Spanyol) setiap tahun pada tanggal 14 dan 15 Agustus.

Tari berputar-putar Mevleviye dari Turki.

Lakalaka sering dianggap sebagai tari nasional Tonga, perpaduan koreografi, oratori, serta polifoni instrumental dan vokal.

Referensi Wikipedia

Iklan

Tentang Bombo Unyil

Anak dirantau, sendiri , disini , di Dunia Maya
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s